Hari Ulang Tahun Lansia Ke-13 di peringati dengan Kegembiran di Kota Palu.

Sebagai salah satu kelompok masyarakat yang sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan maupun lingkungan Lansia (Lanjut Usia), pemerintah Kota Palu sangat memberikan perhatian khusus terutama dalam pelayanan kesehatan.  Sampai saat ini tercatat sekitar 78 Posbindu telah ada dan aktif. Seluruh Posbindu tersebut dibawah pengawasan Dinas Kesehatan Kota Palu dengan menempatkan kader-kadernya disetiap Posbindu tersebut. Menurut catatan jumlah penduduk Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2007 sebanyak 2.396.224 jiwa. Sekitar 131.331 Jiwa diantaranya merupakan penduduk dengan golongan umur 60-65+.

Selasa pagi 24 Juni 2009, ratusan Lansia berkumpul di pelataran Baruga Taman Ria Palu untuk secara berasama-sama melaksanakan peringatan Hari Lanjut Usia Nasional Tingkat Kota Palu. Sebagai pembuka acara tersebut para lansia didaulat untuk melaksanakan senam lansia yang dipandu oleh instruktur dari Dinas Kesehatan Kota Palu sendiri. Mereka terlihat kompak dalam menirukan gerakan senam yang diperagakan oleh instruktur serta sesekali terlihat senyum dan tawa dari para lansia-lansia tersebut.

DSC04971 (Custom) DSC04973 (Custom) DSC04973 (Custom)      

Selain senam lansia, hari ini juga akan dilaksanakan permainan-permainan sederhana yang ditujukan khusus bagi para lasia yang hadir yaitu Pesan Berantai, Memasukkan air kedalam botol, memasukkan benang kejarum, ungkap dr. Nasir yang juga sebagai Ketua Panpel acara itu. Beliau juga telah merencanakan melaksanakan lelang hasil kerajinan tangan para lansia.

DSC04976 (Custom)DSC04975 (Custom)DSC04977 (Custom)

Pada puncak acara dihadiri pula oleh Walikota Palu dan para lansia yang hadir berasal dari 78 Posbindu atau sekitar 400 an orang  yang tersebar di Kota Palu. ”Saya sangat berharap dengan dilaksanakannya acara seperti ini dapat meningkatkan kualitas dan kualitas kesehatan hidup Lansia di Kota Palu,” ungkap Nasir.

Untuk tahun ini Halin lansia ke-13 didaulat dengan tema Sehat, Produktif dan Sejahtera sebagai syarat pembangunan sosial berkualitas. Sedangkan sub tema menuju orang tua teladan sepanjang masa, menciptakan lingkungan ramah lanjut usia bersama membangun kepedulian terhadap lansia.

Lowongan Sebagai Petugas Kesehatan Haji Indonesia

Departemen Kesehatan membuka kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk menjadi petugas kesehatan haji Indonesia tahun 2009 M / 1430 H sebagai berikut :

A. TKHI (Kloter) : Dokter dan perawat dengan masa tugas 35 – 40 hari
B. PPIH (Non Kloter) : Dokter spesialis, Dokter gigi, Perawat High Care, Apoteker, Asisten Apoteker, Sanitarian/Epidemiolog, Ahli Gizi, Penata Rontgen, Analis Laboratorium, Perekam Medik dan Siskohat dengan lama tugas 73 – 81 hari

Baca selebihnya »

Peringatan Hari TB Se-dunia Tahun 2009

Tanggal 24 Maret senantiasa diperingati sebagai Hari TB Se-dunia. Peringatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran seluruh warga dunia terhadap penyakit Tuberculosis yang telah menjadi epidemi. Oleh karena itu dibutuhkan upaya untuk memerangi penyakit tersebut.

Peringatan ini dilakukan sejak tahun 1982 bertepatan dengan penemuan basil penyebab TB oleh Robert Koch yang menjadi langkah awal dalam proses diagnosis dan penyembuhan. Departemen Kesehatan juga turut berperan dalam upaya penanggulangan TB di Indonesia. Data yang dirilis oleh Dirjen Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan menyebutkan bahwa angka penemuan kasus yang dilihat berdasarkan Case Detection Rate (CDR) tahun 2007 sebesar 69,12%.

Baca selebihnya »

Informasi KLB Penyakit Rabies Kab. Morowali Bulan Januari – Juni 2008

Penyakit Rabies merupakan penyakit menular akut dari susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus Rabies yang ditularkan oleh hewan penular seperti anjing, kucing, kera melalui gigitan dan non gigitan (aerogan, transplantasi, kontak dengan bahan mengandung virus rabies pada kulit lecet atau mukosa).

Virus Rabies termasuk golongan Rhabdovirus berbentuk peluru dengan komposisi RNA, Lipid, Karbohidrat dan Protein. Penyakit Rabies secara epidemiologi tersebar luas di seluruh dunia dengan CFR 100 % yang menyerang semua umur dan jenis kelamin. Batasan kejadian luar biasa (KLB) secara epidemiologi adalah bila ditemukan satu kasus dengan gejala klinis yang ditandai dengan hydrofobia. Diagnosa KLB Rabies dapat ditegakkan berdasarkan, sebagai berikut :

  • Terjadi kasus rabies pada manusia.
  • Terdapat cluster kasus gigitan hewan tersangka rabies pada manusia.

Baca selebihnya »

Investigasi KLB Keracunan Pangan di Desa Pohi Kecamatan Luwuk Timur Kabupaten Banggai

Kejadian luar biasa (KLB) Keracunan pangan adalah suatu kejadian dimana terdapat dua orang atau lebih yang menderita sakit dengan gejala yang sama atau hampir sama setelah mengkonsumsi makanan dan berdasarkan analisis epidemiologi, makanan tersebut terbukti sebagai sumber penularan. Penyelidikan KLB keracunan makanan adalah serangkaian yang dilakukan secara sistematis terhadap KLB keracunan pangan untuk mengungkap penyebab, sumber dan cara pencemaran serta distribusi KLB menurut variabel tempat, orang dan waktu.

Upaya penanggulangan dan pencegahaan meluasnya kejadian keracunan pangan serta untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, juga untuk mengindentifikasi penyebab kejadian perlu mendapatkan perhatian dan pemecahan yang serius. hal ini menjadi sangat penting karena selain untuk menentukan penyebabnya juga untuk menghindari semakin meluasnya peristiwa kejadian keracunan pangan. Kejadian Luar Biasa keracunan pangan pada umumnya terjadi pada suatu keadaan dimana orang secara bersamaan atau hampir bersamaan pada waktu yang sama terpapar dengan jenis makanan atau minuman tertentu.

Baca selebihnya »

Investigasi Kasus KLB Rabies Di Puskesmas Tentena Kec. Pamona Utara Kab. Poso Maret 2008

Penyakit Rabies atau lebih dikenal penyakit anjing gila merupakan penyakit menular akut dari susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus. Di Indonesia penyakit rabies telah dikenal sejak tahun 1884 pada seekor kuda dan pada tahun 1889 diketemukan pada anjing dan kerbau, sedangkan pada manusia baru diketahui pada tahun 1894.

Kabupaten Poso merupakan daerah endemis rabies, khususnya wilayah kerja Puskesmas Tentena Kecamatan Pamona Utara karena setiap tahunnya ada dilaporkan kasus rabies.

Berdasarkan laporan secara lisan Puskesmas Tentena pada tanggal 22 Maret 2008 bahwa telah terjadi peningkatan kasus gigitan anjing secara bermakna sejak tanggal 25 Januari 2008 sampai tanggal 27 Januari 2008 dengan sebanyak 10 kasus gigitan dengan gejala positif rabies 1 orang penderita. Dari data tersebut diatas telah dapat dikategorikan terlah terjadi kasis Kejadian Luar Biasa (KLB) di wilayah kerja Puskesmas Tentena.

Baca selebihnya »