Program penempatan Bidan Di desa (BDD) yang belum merata di daerah Sulawesi Tengah merupakan masalah utama bagi daerah itu sendiri, baik dari segi jumlahnya maupun dari segi sarana fisiknya. Di satu sisi masih ada beberapa desa yang mempunyai masalah kesehatan yang tingkat kematian ibu hamil, bayi dan balitanya masih tinggi, di sisi lain program penempatan BDD yang bertujuan untuk menurunkan tingkat kematian ibu hamil, bayi dan balita belum menunjukkan hasil yang optimal, karena masih banyak persalinan yang terjadi di beberapa daerah dilakukan oleh dukun bayi, berarti Dukun Bayi masih dibutuhkan oleh masyarakat setempat, dan masih mengandalkan kepiawian Dukun Bayi dalam menolong persalinan, sekalipun secara medis berisiko tinggi terhadap kematian ibu hamil, bayi dan balitanya. .
Upaya meminimalisasi dan menurunkan tingkat kematian ibu hamil, bayi dan balita, maka semua persalinan yang ditangani oleh dukun bayi, harus beralih ditangani oleh BDD, kecuali hal-hal yang berhubungan dengan adat dan kebiasaan masyarakat setempat, dengan menjalin hubungan kemitraan antara keduanya.
Hasil temuan dilapangan menunjukkan bahwa kemitraan BDD dengan Dukun bayi sudah menampakkan tanda-tanda yang menggembirakan, masih berjalan lancar, saling mendukung tanpa menimbulkan image persaingan, pasaran kerja, dan mengurangi status dukun bayi sebagai tokoh masyarakat. Tetapi kemitraan yang sementara berjalan sekarang ini masih dalam batas pemaknaan transfer knowledge, masih dalam bentuk pembinaan cara-cara persalinan yang higiens BDD kepada Dukun Bayi, berarti belum ada dalam bentuk kesepekatan uraian tugas dan fungsi masing-masing, juga belum mengarah pada alih peran pertolongan persalinan secara optimal. Namun dikhawatirkan di masa mendatang, pembinaan yang dilakukan oleh BDD justru memberikan peran baru Dukun Bayi, menambah prestasenya, dan menaikkan status mereka, bahkan semakin menambah kepercayaan mereka menjalankan profesinya secara sendiri-sendiri. Bagaimana upaya yang dilakukan keduanya dalam menurunkan angka kematian ibu hamil, bayi dan balitanya, Apakah kemitraan BDD dengan dukun bayi tidak terjadi tumpang tindih ataukah justru memperkuat kembali kerjasama antara keduanya dalam menangani persalinan sesuai tugas dan fungsi masing-masing, agaknya harus menjadi kajian dalam penelitian ini.
Artikel ini di sadur dari Laporan Hasil Penelitian Kemitraan Bidan Dengan Dukun Bayi Dalam Rangka Alih Peran Pertolongan Persalinan di Sulawesi Tengah yang dilaksakan oleh Drs. M. Munir Salham, MA, dr. Ferry Baan, M.Kes, Arianto, S.Sos. M.Si, Dra.Nurhayati Mansyur, Drs. Isbon Pageno. [Kerjasama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah dengan Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako].
Bagi anda yang ingin mendapatkan hasil penelitian ini dapat menghubungi kami.
Sie. Litbangkes [Jamaluddin R]
DIarsipkan di bawah: Kesehatan Ibu dan Anak, Penelitian Kesehatan










Saya lulusan bidan tahun 1998 dari RS.Immanuel, Bandung. Saat ini saya sedang melanjutkan kuliah. Saya sedang menyusun skripsi dan ada kaitannya dengan kemitraan bides dengan dukun beranak. Dengan adanya artikel ini sangat membantu saya. terima kasih.
[admin] say :
saya seorang bidan sejak tahun 1998, menurut saya kemitraan antara dukun dengan bidan terutama bidan desa perlu ditingkatkan demi kesejahteraan ibu, bayi dan keluarga. Artikel ini sangat bagus. terima kasih.
[admin] say :
SBG BIDAN KAMI INGIN MENGETAHUI BENTUK KEMITRAAN BIDAN DUKUN YANG TELAH DILAKUKAN OLEH DINKES SULTENG SAAT INI. APAKAH DENGAN KEMITRAAN BIDAN DUKUN INI MEMBERI KONSTRIBUSI YANG BESAR THD PENURUNAN AKI DAN AKB SULTENG?
[admin] say :
saya mahasiswa akbid jakarta ,saya ingin mengetahui tentang dukun bayi.thanx
jika diperkenankan, saya ingin memperoleh hasil laporan tersebut, karena saat ini saya bekerja di bappeda bid. sosbud kota cirebon.
terima kasih sebelumnya
Saya rencananya akan buat buku saku untuk panduan apa saja yg boleh/dpt dilakukan oleh dukun bayi disesuaikan dengan kondisi saat ini di kota kecil dengan sarana dan prasarana serta tenaga kesehatan yg telah mencukupi. Tetapi masih kekeurangan referensi, apakah kami bisa dibantu
Saya sudah browsing tentang buku saku dukun tetapi belum dapat gambaran, kalau bisa dibantu dari mana saja saya dapat mencari referensinya, termasuk gambar2 kalau ada
saya bekerja di sub dinas kesehatan keluarga dinas kesehatan kota Balikpapan
Saya sependapat, sudah waktunya seorang dukun beranak sharing dengan bidan, untuk kabupaten saya (Kab. Sarolangun – Prov. Jambi) sekarang sdh diadakan insentif untuk para dukun bayi, karena para dukun tsb merupakan mitra dari seorang bidan.
hello, saya artathi boleh donk minta hasil penelitian ini, untuk melengkapi bahan kuliah, thankz b4
Sy mhasiswa akbid. .lagi nyari bahan mengenai hubungan promosi kesehatan dengan persalinan. .bisa dibantu ??
ass.. saya adl staf dosen poltekkes lpg, boleh gak minta bahan artikel dan bahan penelitiannya…
saya mahasiswa akbid dari Jogja
Kalau ingin mengakses jumlah dukun bayi di Indonesia gmn?
kapan ya semua persalinan di Indonesia ditolong oleh tenaga kesehatan?
kapan era dukun bayi bayi berakhir?tahunnya
baik sekali penelitian ini mohon dikirimkan hasil penelitian yang lengkap untuk panduan saya terimakasih
Saya mahasiswi FKM yang sedang mengadakan penelitian tentang kemitraan bidan dan dukun,,jika boleh saya meminta hasil penelitian tersebut sebagai pendukung serta artikel terkait..
terimakasih..^^