Pertemuan Evaluasi dan perencanaan program Gizi

Dalam rangka menuju Indonesia Sehat Tahun 2010 upaya pembaharuan status gizi masyarakat sebagai bagian integral dari pembagunan nasional semakin mendapat prioritas, karena faktor gizi turut menentukan kualitas Sumber daya Manusia.

Masalah gizi dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling mempengaruhi secara kompleks. Pada dasarnya masalah gizi disebabkan oleh asupan makan yang tidak seimbang dan adanya penyakit infeksi, masalah tersebut erat kaitannya dengan persediaan bahan pangan yang ada di masyarakat dan di tingkat rumah tangga, dipengaruhi oleh kemampuan rumah tangga dalam menyediakan pangan dalam jumlah dan jenis yang cukup dan dipengaruhi oleh faktor pendidikan dan perilaku, serata keadaan kesehatan anggota keluarga.

Oleh karena itu penaganan masalah gizi memerlukan penanganan yang terpadu, yang mengarah pada pemberdayaan ekonomi keluarga, peningkatan kemampuan dan keterampilan asuhan gizi keluarga serta peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan.

Selain itu upaya perbaikan gizi masyarakat yang dilaksanakan secara intensif dari tahun ke tahun telah dapat menurunkan prevalensi beberapa masalah gizi, antara lain Kurang Vitamin A, GAKY, AGB dan KEP, juga dapat menurunkan jumlah gizi buruk.

Agar kegiatan program gizi berjalan sesuai dengan harapan kita bersama, maka perlu adanya sinkronisasi kegiatan Propinsi dan Kabupaten/Kota, sehingga kegiatan program gizi bisa terkoordinasi dan mencapai hasil maksimal.

Melalui Pertemuan Evaluasi dan Perencanan Program Gizi, maka peserta pertemuan diharapkan untuk:

  1. Mampu membuat suatu evaluasi program sebagai dasar perencanaan program tahun-tahun berikutnya.

  2. Mampu melaksanakan kemitraan dengansektor terkait.

  3. Dalam membuat suatu perencanaan sesuai SPM, Renstra serta disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

Kemudian dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Prov. Suteng juga menginformasikan bahwa untuk tahun 2008 Dana Dekonsentrasi akan mengalami pemotongan 15%. Dengan adanya pemotongan dana tersebut dan untuk meningkatkan kesinambungan perencanaan program gizi diperlukan juga adanya dukungan dari pemda berupa dana DAU. Dengan terjalinnya sinkronisasi kegiatan antara Propinsi dan Kabupaten/Kota serta adanya dukungan dari pemerintah daerah. Diharapkan juga kegiatan program gizi ini bisa terencana dengan baik, sehingga dalam pelaksanaanya mampu menekan munculnya kasus-kasus gizi di tengah-tengah masyarakat. Selain itu dengan perencanaan yang baik dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga dapat meningkatkan status gizi masyarakat. Pertemuan ini dilaksanakan di Lokalitbang P2B2 Donggala Desa Labuan Panimba Kec. Tawaeli Kab. Donggala tanggal 11 s.d 12 Februari 2008.

Humas Dinkes Prov. Sulteng (Nelfi)

Tinggalkan Balasan