Bencana Banjir Bandang melanda Kab.Banggai

Berikut Informasi bencana banjir bandang di Kabupaten Banggai yang disampaikan oleh Sdr. Nimbrod H [Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai]

Sedikitnya 5 kecamatan dilanda banjir bandang, masyarakat di kec batui, toili dan toili barat, bunta, dan nuhon dikejutkan dengan datangnya banjir yang disertai lumpur. Banjir yang cukup dahsyat ini terjadi pada dini hari tgl 10 juli 2008 pukul 04.00 disaat masyarakat sementara terlelap tidur. Banjir datang tiba-tiba sehingga sebagian masyarakat tidak dapat menyelamatkan harta bendanya, listrik padam yang makin menimbulkam kepanikan warga.

Areal sawah yang tergenang banjir

Desa-desa yang terparah dilanda banjir diantaranya di Kec. Batui : desa Kayowa, sinorang, masing, Bone balantak, SPA, SPB, SPC, desa Maleo Jaya, di Kec. Nuhon : desa tobelombang, Kec Toili : desa Arga kencana, karang anyer, minakarya, saluan, HGU Kebun Kelapa sawit dan Kec Toili Barat : desa kamiwangi. Beberapa jembatan di wilayah kecamatan toili dan bunta putus sehingga sebagian masyarakat masih terisolir.

Bantuan Obat,makanan,air mineral,dll harus diangkut menggunakan mobil tronton

Sejauh ini dilaporkan korban meninggal 1 orang di kecamatan nuhon dan belum diketemukan dan masih terus dilakukan pencarian, sedangkan jumlah rumah yang terendam banjir sangat banyak dan masih ada beberapa desa yang belum dapat dijangkau dan belum bisa dilakukan pengevakuasian korban banjir. Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan kota luwuk dengan ibukota propinsi untuk sementar terputus diakibatkan beberapa jembatan terputus termasuk jembatan balingara yang menghubungkan Luwuk-Ampana.

Rumah Masyarakat yg terendam banjir,tampak seorang ibu membawa ember untuk mendapatkan air bersih bantuan PEMDA karena sumur tidak bisa dipakai

PEMDA Kabupaten Banggai melakukan tanggap darurat dengan turun langsung kelokasi bencana yang dipimpin langsung bapak bupati banggai hari itu juga, dalam tanggap darurat tersebut Pemda Banggai melibatkan instansi-instansi terkait diantaranya Dinas Kesehatan menyuplai bantuan obat-obatan, Dinas Sosial, Dinas Kehutanan, Praswil, serta Satkorlak Kabupaten, PMI, Unit transfusi darah, PDAM, Pemadam Kebakaran sebagai penyuplai air bersih yang sangat dibutuhkan warga. Bantuan yang diberikan berupa obat-obatan, Air Minum, Mie instant, air bersih, beras, gula,dll.

Mobil Dinkes terjebak banjir membawa bantuan obat-obatan

Kerugian yang dialami akibat bencana banjir hingga saat ini belum bisa diperkirakan mengingat masih ada beberapa desa yang belum bisa dijangkau.

Rumah masyarakat yang amruk diterjang banjir

Tinggalkan Balasan